Harian Pembawa Berita

Dahlan Iskan Sang Pemecah

Siapa yang tidak mengenal tokoh “Pemecah” yang pernah menjadi orang nomor satu di Jawa Pos Group tersebut. Adalah Dahlan Iskan yang selama ini menjadi inspirator bagi perjalanan di masa mudaku. Orang dengan semangat juang dan dedikasi tinggi terhadap sesuatu yang ia tekuni. Orang dengan istiqomah yang teguh dimanapun kakinya berpijak.

Kenapa saya sebut sebagai seorang “pemecah” ? Coba Flash Back kemasa dimana ia masih menjadi seorang reporter. Waktu dia menjadi reporter koran kampus dan terus melejit hingga menjadi reporter majalah Tempo. Semangat dan dedikasinya terhadap Tempo, membawanya menjadi ujung tombak majalah tersebut.

Liputan eksklusif mengenai kapal Tampomas II yang karam dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Makassar inilah yang melejitkan karier Dahlan Iskan di Tempo. Dan kemudian pada tahun 1982 ia dipercaya menjadi pimpinan Jawa Pos oleh Eric Samola (Dirut PT. Grafiti Pers, Penerbit Tempo).

DIS, itulah kode wartawan Dahlan Iskan. Ia mampu menyulap koran yang hampir mati dengan oplah yang hanya 6800 eksemplar menjadi 126.000 eksemplar. Dari sinilah saya menyebutnya sebagai “Pemecah”. Pemecah keadaan, pemecah solusi, pemecah keterpurukan menjadi kemegahan. Dengan semangat juang, dedikasi, serta istiqomah DIS-lah Jawa Pos mampu mengalahkan koran Surabaya Post dan Kompas yang menjadi pendominasi pada saat itu.

Jawa Pos kian berkembang dan menjadi koran terbaik dengan 207 Koran, 65 Percetakan dan puluhan televisi lokal serta berbagai pabrik kertas yang bernaung di bawah Jawa Pos Group bentukan DIS. Dari sinilah saya mengambil berbagai kehebatan DIS menjadi seorang pemecah (lagi).


Semangat membangun Jawa Pos pada saat itu. Dari jiwa semangatnya, ia mampu membangun koran kecil hingga menjadi rujukan koran yang paling diminati oleh pembaca. Semangat dalam bekerja dan berusaha, tak pantang menyerah meski pernah di ambang kegagalan. Ingat Dahlan Iskan ingat quotes-nya :

Setiap orang punya jatah gagal. Habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda

Dahlan Iskan Sang Pemecah

Dahlan Iskan Sang Pemecah

Dari quotes ini juga saya terinspirasi bahwa, kegagalan di masa muda dan awal karier akan menjadi pemacu saya untuk terus semangat dan tak pantang menyerah.

Ekspansi bisnis yang tepat. Seorang DIS dengan karakter pembisnis yang tepat dan akurat dalam mengambil keputusan membuatnya terus mengembangkan usahanya dalam bidang pemberitaan ini. Kini media tak hanya menjadi sarana pemberitaan. Melainkan menjadi sektor bisnis yang menjanjikan. Dengan tangan DIS, Jawa Pos juga menjadi rujukan media periklanan dari berbagai bidang. Menjadikan Koran yang “saklek” menjadi ladang bisnis dari berbagai sektor seperti iklan, ekonomi bisnis, serta berbagai sektor lain.

     Dari ekspansi usaha dan pengambilan keputusan yang tepat dalam menentukan bidang dan aspek yang perlu diekspansi menjadi inspirator saya juga untuk selalu kreatif dan inovatif.


Dua dari sekian banyak karakter Dahlan iskan inilah yang menjadi inspirasi saya untuk meraih cita-cita saya yakni ingin menjadi reporter yang kemudian mempunyai bisnis dalam bidang IT semisal service komputer, konsultor program dan lain lain. (Muhyi Irmawan)

Warung Mbok Gembrot The Series #1

Usia Renta, Tak Mau Kalah dengan yang Muda Mengendarai Becak dari Blitar ke Kediri atas restu Ibunda tercinta

Siang ini, jarum jam menunjukkan tepat pukul 11. Cuaca yang panas dengan kondisi suhu dingin membuat suasana di warung Mbok Gembrot menjadi lebih ramai. Karena semua memperbincangkan dua kondisi yang berlawanan. yang satu merasa kepanasan akibat memang cuaca yang lagi terik. Sedang satu lagi menggigil kedingan akibat dari pagi emang suhunya dingin hehe.

Tak luas memang warung Mbok Gembrot, sekitar 3×7 meter persegi lah. Warung sederhana untuk pekerja lapangan. Semisal tukang becak, loper koran, salesman, hingga tukang ojek. Semua berkumpul jadi satu dan berbagi tawa di Warung Mbok Gembrot itu.

(more…)

Bisa Jadi Karna Hujan

Harian Pembawa Berita – “Apes banget”. kata yang serting ditelontarkan dari mulut pembawa berita. Setiap percabangan jalan di tengah kota, banyak pembawa berita (pengecer koran) yang sering mengeluh akibat hujan akhir – akhir ini. Di Kediri, ratusan loper koran mengais rejeki dari koran tersebut. Ketika hujan turun, mereka hanya berharap akan munculnya matahari yang cerah.

Banyak kerugian yang mungkin dialami. Yah apa mau dikata.. Tuhan memberikan riski-Nya berupa hujan. Yang mungkin sebagian orang juga mengharapkan hujan tersebut datang

~KP~